Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan melalui Fakultas Pertanian menggelar Workshop Eco Enzyme yang berlangsung di Aula Kampus 3, Jalan Teladan No.15, pada Selasa, 10 Juni 2025. Workshop ini merupakan bagian dari komitmen UPMI Medan dalam mengembangkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Eco enzyme, sebuah teknologi inovatif yang memanfaatkan mikroorganisme efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman, menjadi fokus utama dalam workshop ini. Teknologi ini dinilai sangat potensial sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia konvensional.
Workshop yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan narasumber kompeten dalam bidangnya. Dr. Hj. Ida Zulfida, SP., M.Si, selaku Dekan Fakultas Pertanian UPMI Medan, memberikan sambutan dan pengantar mengenai pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pertanian modern. Beliau menekankan bahwa eco enzyme dapat menjadi game changer dalam upaya menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan.
Paris Sembiring, praktisi dan ahli eco enzyme, menjadi narasumber utama yang membagikan pengalaman dan pengetahuan mendalam tentang proses pembuatan, aplikasi, dan manfaat eco enzyme untuk berbagai jenis tanaman. Dalam pemaparannya, Paris menjelaskan bagaimana eco enzyme dapat meningkatkan struktur tanah, memperbaiki siklus nutrisi, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Sesi workshop dipandu oleh Milyani Bawamenewi sebagai moderator, yang memastikan jalannya acara berlangsung interaktif dan memberikan kesempatan luas bagi peserta untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber. Diskusi yang berlangsung sangat antusias, dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian, dosen, dan praktisi pertanian lokal.
Salah satu peserta workshop, Andi Rahman, mahasiswa semester 6 Program Studi Agroteknologi, mengungkapkan bahwa workshop ini memberikan wawasan baru tentang alternatif teknologi pertanian. "Saya sangat tertarik dengan konsep eco enzyme ini. Selain ramah lingkungan, biaya produksinya juga relatif terjangkau, sehingga bisa diterapkan oleh petani kecil," ujarnya.
Dr. Ida Zulfida dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program Fakultas Pertanian UPMI Medan untuk memperkenalkan teknologi-teknologi inovatif kepada mahasiswa dan masyarakat. "Kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dan menjadi agen perubahan dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di Indonesia," kata beliau.
Workshop Eco Enzyme ini juga sejalan dengan visi UPMI Medan untuk menjadi universitas teknopreneur yang berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, UPMI Medan tidak hanya memberikan pendidikan teoritis, tetapi juga pengetahuan praktis yang dapat langsung diimplementasikan untuk kemajuan sektor pertanian.
Ke depannya, Fakultas Pertanian UPMI Medan berencana untuk mengadakan workshop serupa dengan topik-topik pertanian berkelanjutan lainnya, seperti urban farming, hidroponik, dan teknologi precision agriculture. Hal ini merupakan upaya berkelanjutan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian modern.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan feedback positif, Workshop Eco Enzyme di UPMI Medan dapat dikatakan sukses dalam menyebarkan pengetahuan tentang pertanian ramah lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi katalisator bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Sumatera Utara khususnya, dan Indonesia pada umumnya.